Apa itu Arduino

Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat open-source.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sunday, 14 February 2016

Mengaktifkan sebuah LED dengan Button dan Arduino

Ini contoh bahwa kita dapat menggunakan Arduino untuk menyalakan LED ketika kita menekan tombol? 
Kita akan membutuhkan Arduino Board, sebuah resistor 560Ω, lampu LED dan kode contoh di bawah ini.

Skema

  1. /* sketch 1
  2. turn on a LED when the button is pressed
  3. turn it off when the button is not pressed (or released)
  4. */
  5. int pinButton = 8; //the pin where we connect the button
  6. int LED = 2; //the pin we connect the LED
  7.  
  8. void setup() {
  9. pinMode(pinButton, INPUT); //set the button pin as INPUT
  10. pinMode(LED, OUTPUT); //set the LED pin as OUTPUT
  11. }
  12.  
  13. void loop() {
  14. int stateButton = digitalRead(pinButton); //read the state of the button
  15. if(stateButton == 1) { //if is pressed
  16. digitalWrite(LED, HIGH); //write 1 or HIGH to led pin
  17. } else { //if not pressed
  18. digitalWrite(LED, LOW); //write 0 or low to led pin
  19. }
  20. }



Bagaimana kode bekerja? 
kita menghubungkan tombol di pin 8 pada arduino dengan Tegangan 5 volt dan pada pin 8 juga kita hubungkan resistor 10K menuju ke GND. Lalu LED terhubung ke pin 2 menggunakan resistor 560 ohm secara seri ke GND

Di Dalam fungsi setup () kita mengatur pin 8 sebagai INPUT dan pin 2 sebagai OUTPUT.Dalam fungsi loop () kita membaca nilai dari pin 8 dan menyimpannya dalam stateButton variabel. 
Menggunakan fungsi if () membuat beberapa keputusan: jika tombol ditekan (stateButton == 1) maka OUTPUT pada pin 2 menjadi tinggi (HIGH), 
fungsi else, jika stateButton tidak 1 (tidak ditekan) atau apapun kondisinya selain tinggi (HIGH) membuat OUTPUT pada pin 2 menjadi rendah (LOW)


Jika kita ingin menyalakan LED tetap ON ketika tombol di lepas, kita hanya perlu menghilangkan kode fungsi else (seperti yang kita lihat di sketsa 2, tetapi kita tidak akan dapat mengubahnya LED menjadi OFF atau mati tanpa menggunakan sketsa ketiga. kecuali kita memutuskan sumber daya Arduinonya.

  1. /* sketch 2
  2. turn on a LED when the button is pressed and let it on when the button is released
  3. */
  4. int pinButton = 8; //the pin where we connect the button
  5. int LED = 2; //the pin we connect the LED
  6.  
  7. void setup() {
  8. pinMode(pinButton, INPUT); //set the button pin as INPUT
  9. pinMode(LED, OUTPUT); //set the LED pin as OUTPUT
  10. }
  11.  
  12. void loop() {
  13. int stateButton = digitalRead(pinButton); //read the state of the button
  14. if(stateButton == 1) { //if is pressed
  15. digitalWrite(LED, HIGH); //write 1 or HIGH to led pin
  16. }
  17. }


Dalam kode ini kita bisa melihat bagaimana kita dapat menyalakan LED ketika kita menekan tombol kemudian mematikannya bila kita menekan tombol lagi.Untuk Keadaan awal LED mati (LOW) tetapi jika kita ingin mengubah keadaan awal LED menjadi menyala (HIGH) kita harus mengubah int stateLED = LOW; menjadi int stateLED = HIGH;

  1. /* sketch 3
  2. turn on a LED when the button is pressed and let it on
  3. until the button is pressed again
  4. */
  5. int pinButton = 8;
  6. int LED = 2;
  7. int stateLED = LOW;
  8. int stateButton;
  9. int previous = LOW;
  10. long time = 0;
  11. long debounce = 200;
  12.  
  13. void setup() {
  14. pinMode(pinButton, INPUT);
  15. pinMode(LED, OUTPUT);
  16. }
  17.  
  18. void loop() {
  19. stateButton = digitalRead(pinButton);
  20. if(stateButton == HIGH && previous == LOW && millis() - time > debounce) {
  21. if(stateLED == HIGH){
  22. stateLED = LOW;
  23. } else {
  24. stateLED = HIGH;
  25. }
  26. time = millis();
  27. }
  28. digitalWrite(LED, stateLED);
  29. previous == stateButton;
  30. }

Saturday, 13 February 2016

V686K WIFI FPV Quadcopter Test


Softstarter untuk peralatan listrik dirumah

kadang dirumah ketika kita akan mengunakan peralatan listrik yang wattnya agak besar seperti bor listrik, gerinda potong, mesin ketam kayu dan lain sebagaian, pada saat start pertama MCB listrik rumah kita ngetrip atau jatuh. padahal daya litrik di rumah kita masih mampu untuk menjalankan peralatan tersebut. Misal daya dirumah kita 900 watts dan peralatan listrik yang akan kita pake 600 watts. Terus mengapa itu terjadi?

karena pada saat awal start peralatan litrik tersebut akan menarik arus/ ampere yang lebih besar 2 atau 3 kali dari watts peralatan listrik tersebut dan ampere akan turun normal sesuai dengan dayanya ketika peralatan sudah berjalan. Nah dengan penambahan rangkaian di bawah ini angkatan pertama ketika peralatan listrik dihidupkan arus/ amperenya akan di tahan atau dibatasin sehingga tidak membuat MCB rumah trip/ jatuh. rangkaian ini di pasang di antara sumber listrik dan peralatan listrik. kita bisa membuatnya sendiri dengan mudah dan juga ada desain PCBnya.

Berikut gambar schematic:
Tampilan dalam PCB layoutnya

Belajar Arduino



Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang. Hardwarenya memiliki prosesor Atmel AVR dan softwarenya memiliki bahasa pemrograman sendiri.

Arduino juga merupakan platform hardware terbuka yang ditujukan kepada siapa saja yang ingin membuat purwarupa peralatan elektronik interaktif berdasarkan hardware dan software yang fleksibel dan mudah digunakan. Mikrokontroler diprogram menggunakan bahasa pemrograman arduino yang memiliki kemiripan syntax dengan bahasa pemrograman C. Karena sifatnya yang terbuka maka siapa saja dapat mengunduh skema hardware arduino dan membangunnya.

Arduino menggunakan IC mikrokontroler ATMega yang dirilis oleh Atmel sebagai basis, namun ada individu/perusahaan yang membuat clone arduino dengan menggunakan mikrokontroler lain dan tetap kompatibel dengan arduino pada level hardware. Untuk fleksibilitasnya, program dimasukkan melalui bootloader meskipun ada opsion untuk membypass bootloader dan menggunakan downloader untuk memprogram mikrokontroler secara langsung melalui port ISP.

Sejarah Singkat.

Semuanya berawal dari sebuah thesis yang dibuat oleh Hernando Barragan, di institute Ivrea, Italia pada tahun 2005, dikembangkan oleh Massimo Banzi dan David Cuartielles dan diberi nama Arduin of Ivrea. Lalu diganti nama menjadi Arduino yang dalam bahasa Italia berarti teman yang berani.

Tujuan awal dibuat Arduino adalah untuk membuat perangkat mudah dan murah, dari perangkat yang ada saat itu. Dan perangkat tersebut ditujukan untuk para siswa yang akan membuat perangkat desain dan interaksi. Visi awalnya aja udah mulia kan.

Saat ini tim pengembangnya adalah Massimo Banzi, David Cuartielles, Tom Igoe, Gianluca Martino, David Mellis, dan Nicholas Zambetti. Mereka mengupayakan 4 hal dalam Arduino ini, yaitu:

  1. Harga terjangkau
  2. Dapat dijalankan diberbagai sistem operasi, Windows, Linux, Max, dan sebagainya.
  3. Sederhana, dengan bahasa pemograman yang mudah bisa dipelajari orang awam, bukan untuk orang teknik saja.
  4. Open Source, hardware maupun software.
Sifat Arduino yang Open Source, membuat Arduino berkembang sangat cepat. Dan banyak lahir perangkat-perangkat sejenis Arduino. Seperti DFRDuino atau Freeduino, dan kalau yang lokal ada namanya CipaDuino yang dibuat oleh SKIR70, terus ada MurmerDuino yang dibuat oleh Robot Unyil, ada lagi AViShaDuino yang salah satu pembuatnya adalah Admin Kelas Robot.

Sampai saat ini pihak resmi, sudah membuat berbagai jenis-jenis Arduino. Mulai dari yang paling mudah dicari dan paling banyak digunakan, yaitu Arduino Uno. Hingga Arduino yang sudah menggunakan ARM Cortex, beebentuk Mini PC. Dan sudah ada ratusan ribu Arduino yang digunakan di gunakan di dunia pada tahun 2011. 

Dan untuk hari ini, yang bisa kamu hitung sendiri ya. Dan Arduino juga sudah banyak dipaka oleh perusahaan besar. Contohnya Google menggunakan Arduino untuk Accessory Development Kit, NASA memakai Arduino untuk prototypin, ada lagi Large Hadron Colider memakai Arduino dalam beberapa hal untuk pengumpulan data. Dan banyak yang bertanya juga Arduino ini menggunakan bahasa pemograman apa? Arduino sebenarnya menggunakan bahas C, yang sudah disederhanakan. Sehingga orang awam pun bisa menjadi seniman digital, bisa mempelajari Arduino dengan mudahnya...

Nah Bagaimana tertarik kan untuk mencobanya..disini mari kita coba berlajar bersama.

FM Beacon Broadcast Transmitter (88-108 MHz)

This circuit will transmit a continuous audio tone on the FM broadcast band (88-108 MHz) which could used for remote control or security purposes. Circuit draws about 30 mA from a 6-9 volt battery and can be received to about 100 yards. A 555 timer is used to produce the tone (about 600 Hz) which frequency modulates a Hartley oscillator. A second JFET transistor buffer stage is used to isolate the oscillator from the antenna so that the antenna position and length has less effect on the frequency. Fine frequency adjustment can be made by adjusting the 200 ohm resistor in series with the battery. 

Oscillator frequency is set by a 5 turn tapped inductor and 13 pF capacitor. The inductor was wound around a #8 X 32 bolt (about 3/16 diameter) and then removed by unscrewing the bolt. The inductor was then streached to about a 3/8 inch length and tapped near the center. The oscillator frequency should come out somewhere near the center of the band (98 MHz) and can be shifted higher or lower by slightly expanding or compressing the inductor. A small signal diode (1N914 or 1N4148) is used as a varactor diode so that the total capacity in parallel with the inductor varies slightly at the audio rate thus causing the oscillator frequency to change at the audio rate (600 Hz). 

The ramping waveform at pins 2 and 6 of the timer is applied to the reversed biased diode through a large (1 Meg) resistor so that the capacitance of the diode changes as the ramping voltage changes thus altering the frequency of the tank circuit. Alternately, an audio signal could be applied to the 1 Meg resistor to modulate the oscillator but it may require an additional pullup resistor to reverse bias the diode. The N channel JFET transistors used should be high frequency VHF or UHF types (Radio Shack #276-2062 MPF102) or similar.